Rabu, 14 November 2012

Penggunaan Komputer di Pasar Internasional


Penggunaan Komputer di Pasar Internasional

          Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, bangsa, dan budaya, MNC adalah suatu sistem terbuka tetapi berusaha meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, dalam konteks ini adalah "perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi.

          Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC dibagi menjadi empat fungsional yaitu, Divisi Fungsional Sedunia, Divisi Internasional, Wilayah Geografis, Divisi Product Sedunia. Adapun arti dari divisi-divisi tersebut antara lain:

  • Divisi Fungsional Sedunia (worldwide functional divisions), perusahaan yang diorganisasikan menurut jalur funsional-manufaktur, pemasaran, dan keungan
  • Divisi Internasional (international divisions), semua cabang perusahaan diluar negeri melapor pada divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
  • Wilayah Geografis (geographic divisions), MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah betanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang belokasi dalam batasnya.
  • Divisi Produk Sedunia (worldwide product divisions), perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

          Koordinasi merupakan kunci mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar global. Perusahaan yang tidak mampu kontrol strategis atau operasi sedunia mereka dan mengelolanya dengan koordinasi global tidak akan berhasil dalam ekonomi internasional. Kabar buruk MNC adalah kenyataan bahwa tantangan koordinasi lebih besar bagi MNC daripada perusahaan yang membatasi aktivitasnya di di dalam negeri. Kabar baiknya adalah kemajuan teknologi informasi dan metodologi pada dekade terakhir ini telah membuat koordinasi global menjadi lebih mudah.


          Keuntungan Koordinasi:

  • Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar
  • Kemampuan memberi respon disuatu negara atau wilayah suatu negara terhadap perubahan di negara atau wilayah lain
  • Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia
  • Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit diberbagai negara
  • Pengurangan keseluruhan biaya operasi
  • Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
  • Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

          Strategi Multinasional, merupakan strategi yang paling tua, karena telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di Eropa sejak sebelum Perang Dunia II.

          Strategi Global, mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk, yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia.

          Strategi Internasional, merupakan perpaduan sentralisasi pengendalian dari strategi global dan desentralisasi pengendalian dari strategi multinasional.

          Strategi Transnasional, perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijakan operasi, serta mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat.

          Daya yang mendorong sistem informasi global yang pertama adalah keinginan untuk mencapa skala (economies of scale). Penggerak bisnis global (global business drivers), atau GBD, adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari skala ekonomis dan skop ekonomis, kemudian berkontribusi pada strategi bisnis global.

          Tujuan GBD:

  1. Sumber daya bersama
  2. Operasi yang fleksibel
  3. Rasionalis operasi
  4. Pengurangan risiko
  5. Produk global
  6. Pasokan yang langka
  7. Pelanggan tingkat perusahaan

Masalah dalam menerapkan Sistem Informasi Global yaitu:

          Kendala Politis, pemerintah negara tempat anak perusahaan berada dapat memaksakan beragam pembatasan yang menyulitkan perusahaan induk untuk menyertakan anak perusahaan dalam jaringan.

  •           Pembatasan pembelian dan Impor Perangkat Keras, Pemerintah nasional berusaha melindungi perusahaan manufaktur lokal dan mendorong investasi asing dalam manufaktur lokal dengan menentukan hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit didalam negeri yang boleh digunakan.
  •           Pembatasan pemrosesan Data, Kebijakan nasional mungkin mengharuskan data diproses didalam negeri daripada dikirimkan keluar negeri dan diproses di tempat lain.
Pembatasan Komunikasi Data, Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data lintas-batas. Arus data lintas-batas (transborder data flow) atau TDF adalah perpindahan data yang dapat dikelompokkan menjadi empat jenis:

  1. Data operasional, seperti data transaksi dalam sistem informasi akuntansi.
  2. Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu. Misalnya data pemesanan hotel dan penerbangan, dan catatan personil perusahaan.
  3. Transfer dana elektronik dari satu negara ke negara lain.
  4. Data teknik dan ilmiah.
Permasalahan Teknologi, MNC sering diganggu oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkat teknologi yang dinegara tempat anak perusahaan berada. Perangkat lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak negara yang tidak menghormati hak cipta perangkat lunak dan membiarkan pasar gelap perangkat lunak berkembang, sejumlah penjual perangkat lunak menolak untuk berbisnis dinegara tersebut.
Kurangnya Dukungan dari Manajer Anak Perusahaan, Manajer anak perusahaan sering juga menjadi masalah. Sebagian yakni bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaan tersebut tanpa bantuan, dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.

Strategi Transnasional bagi penerapan GIS, Karena strategi transnasional paling rumit yaitu berusaha menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja dengan lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial.

Menghubungkan GIS dengan Strategi Bisnis, Sejumlah hal penting yang menghubungkan GIS dengan strategi bisnis didaftarkan dibawah ini. Tim pengembangan harus memperhatikan hal ini sejak awal proyek. Tim pengembangan harus:
  • Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
  •   Mengerti strategi bisnis gobal dari tiap unit bisnis.
  •  Menentukan strategi global GIS yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
  • Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
  •  Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS, dan menentukan prioritasnya.
  •  Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

Mentukan Sumber Daya Informasi, GIS akan menggunakan semua jenis sumber daya informasi perangkat keras,perangkat lunak,personil, data dan informasi, serta fasilitas. Tugas-tugas penting tim pengembangan yang berkaitan dengan sumber daya didaftarkan dibawah ini. Tim pengembangan harus:
  •  Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional (regional data centers).
  •  Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
  • Membuat spesifikasi standar perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
  • Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuan hari seminggu
  • Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di negara perusahaan induk.


Menyediakan Pembagian Data, Kunci untuk mencapai standarisasi dalam operasi lebih ditentukan oleh data daripada proses, Perencanaan GIS harus berfokus pada seluruh perusahaan, dengan produk akhir berupa model data perusahaan. Dalam hal GIS, perusahaan merupakan suatu MNC, dan model mencakup perusahaan induk dan anak perusahaan. Lingkup perusahaan yang luas tersebut menjadikan pembuatan model data (data modeling) lebih sukar dibandingkan jika perusahaan hanya beroperasi didalam negeri. Pembuatan sistem pemakaian data bersama (data sharing)mencakup beberapa tugas. Tim pengembangan harus:
  • Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global.
  • Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakit perusahaan indk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan diseluruh MNC.
  • Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
  • Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya dinegara tempat anak perusahaan.
  • Menerapkan database

Memperhatikan Lingkungan Budaya, Selama proses pengembangan, para eksekutif MNC dan tim pengembangan multinasional harus memperhatikan masalah-masalah budaya. Khususnyam tim pengembangan harus:
  1. Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negara-negara tempat anak perusahaan berada dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak.
  2.  Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.
  3. Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga personil mereka mendapatkan keahlian dibidang yang kurang mereka kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang telah mereka kuasai.
  4.  Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerja sama dengan para manajer anak perusahaan, dan sebaliknya.

Peringatan, Perlu disadari bahwa tugas-tugas dan masalah-masalah diatas bukanlah yang selalu diikuti secara berurutan. Sebaliknya itu adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar