Rabu, 14 November 2012

Implikasi Etis dari Informasi Teknologi

Implikasi Etis dari Informasi Teknologi

          Apa yang dimaksud dengan Moral?
          Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah, institusi sosial dengan suatu sejarah dan daftar peraturan.

          Apa yang dimaksud dengan Etika?
          Etika adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat.

          Apa yang dimaksud dengan Hukum?
          Hukum adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah, kepada rakyat atau warga negaranya. Hingga kini sangat sedikit hukum yang mengatur penggunaan komputer.

          Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai, dan juga hukum yang berlaku. Perusahaan mencerminkan kepribadian pemimpinnya. Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakannya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh.

          Tugas dari manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar diseluruh organisasi, melalu semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai, mencapai penerapan ini melalui metode tiga lapis, yaitu:
  • Corporate Credo adalah pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan. Tujuan nya menginformasikan orang-orang dan organisasi-organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan mengenai nilai-nilai etis perusahaan.
  • Program Etika adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo. Aktivitas umum yang dilakukan adalah pertemuan orientasi yang dilaksanakan bagi pegawai baru
  • Kode Etik Khusus Perusahaan, banyak perusahaan telah merancang kodek etik perusahaan mereka sendiri.

          Etika Komputer  sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial bagi teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan terknologi tersebut secara etis. Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama, dan manajer yang paling bertanggung jawab atas aktivitas tersebut adalah CIO.

Ada tiga alasan utama atas minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu:
  1. Kelenturan Logisadalah kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan, komputer bekerja tepat seperti yang diinstuksikan oleh progamernya.
  2. Faktor Transformasi didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu
  3. Faktor Tak Kasat Mata, komputer dipandang sebagai suatu kotak hitam, semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan rumit dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.

          Masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer, dipandang dari segi komputer atau dari segi informasi yang dihasilkan komputer.

  1. Hak atas Akses Komputer
  2. Hak atas Keahlian Komputer
  3. Hak atas Spesialis Komputer
  4. Hak atas pengambilan Keputusan Komputer

          PAPA merupakan singkatan dari Privacy, Accuracy, Property, Accessibility

  • Hak Atas Privasi, hak ini sedang terancam karena dua kekuatan. Yang satu adalah meningkatnya kemampuan komputer untuk digunakan bagi pengintaian dan yang lain adalah meningkatnya nilai informasi dalam pengambilan keputusan.
  • Hak Atas Akurasi, komputer mampu mencapai tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh sistem non komputer.
  • Hak atas Kepemilikan, hak milih intelektual umumnya dalam bentuk program-program komputer.
  • Hak atas Akses, banyak informasi yang telah diubah menjadi database komersial yang seseorang harus memiliki perangkat lunak dan perangkat keras komputer untuk membayar biaya akses.

       KontrakSosial Jasa Informasi untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk kedalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Kontrak tersebut menyatakan bahwa:

  • Komputer tidak akan digunakan dengan sengaja ntuk menggangu privasi seseorang
  • Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer
  • Hak milik intelektual akan dilindungi
  • Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi

Singkatnya, masyarakat jasa informasi harus bertanggung jawab atas kontrak sosial yang timbul dari sistem yang dirancang dan diterapkannya.

Empat asosiasi profesional komputer AS telah membuat kode etik sebagai panduan bagi para anggotanya.

Kode Perilaku Profesional ACM
ACM dibentuk tahun 1947 dan sekarang merupakan perkumpulan profesional komputer AS tertua. Kode Perilaku Pofesional-nya terdiri dari lima canon:

  1. Seorang anggota ACM selalu bertindak dengan integritas
  2. Seorang anggota ACM harus berusaha meningkatkan kemampuannya serta kemampuannya dan pretise profesi.
  3. Seorang anggota ACM bertanggung jawab atas pekerjaannya.
  4. Semua anggota ACM bertindak dengan tanggung jawab profesional.
  5. Seorang anggota ACM harus menggunakan pengetahuan dan keahlian khususnya untuk kesejahteraan umat manusia.

  • Kode etik DPMA

DPMA didirikan tahun 1951 dan memiliki sekitar 35.000 anggota diseluruh dunia. Misinya adalah “Menunjunjung manajemen informasi yang efektif dan bertanggung jawab untuk kebaikan para anggotanya, para pemberi kerja, dan masyarakat bisnis.” Kode etik DPMA terdiri dari standards of conduct (standar perilaku) yang menguraikan kewajiban manajer pengolahan data manajamen, rekan anggota DPMA, dan profesi, masyarakat dan pemberi kerjanya.

  • Kode Etik ICCP

ICCP didirikan tahun 1973 dengan maksud memberi sertifikasi kepada para profesional nya. Sertifikasi ICCP meliputi Certified Computer Progammer (CCP) dan Certified in Data Processing (CDP). Untuk mendapatkan sertifikasi, pelamar harus lulus ujian dan setuju untuk terikat pada kode etik ICCP.

          Kode etik ICCP menyatakan bahwa para anggotanya bertanggung jawab pada profesi, pemberi kerja, dan klien. Kode ini dimasukkan dalam Code of Conduct, yang bersifat permanen, yang menangani masalah-masalah seperti tanggung jawab sosial dan pertentangan kepentingan. Kode etik ICCP juga mencakup Code of Good Practice, yang diperbarui secara berkala. Salah satu kode tersebut menyatakan bahwa pelanggaran dapat mengakibatkan sertifikasi dicabut. Kode etik ICCP adalah satu0satunya kode etik yang memiliki gigi.

  • Kode Etik ITAA

Sementara keanggotaan ACM, DPPA, dan ICCP terdiri dari individu-individu, ITAA didirikan tahun 1961 sebagai suatu asosiasi bagi organisasi-organisasi yang memasarkan perangkat lunak dan jasa yang berkaitan dengan komputer. Keanggotaannya meliputi ratusa perusahaan seperti Microsoft dan Lotus Development Corporation. Kode ITAA terdiri dari prinsip-prinsip dasar yag mengatur penilaian, komunikasi, dan kualitas jasa dengan klien. Perusahaan dan pegawai diharapkan menegakkan integritas profesional industri komputer.

  • Menempatkan Kode Etik dalam Perspektif

Meskipun merupakan suatu hal yang baik bahwa perkumpulan-perkumpulan profesional AS memiliki kode etikm masih banyak yang perlu dicapai. Tak satu pun kode etik AS yang memberikan saran kepada anggotanya mengenai prioritas kewajiban mereka.

          Perilaku CIO dipengaruhi oleh sejumlah faktor, ada dalam hirarki seperti yang memberikan pengaruh terbesar adalah hukum, diikuti oleh budaya etika perusahaan dan kode etik professional. Data penelitian menggambarkan bagaimana etika mempengaruhi kinerja manajer, sesuai presepsi manajer dan bawahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar